3 Kerangka Praktik Belajar Public Speaking untuk Pemula

Tayang: 8 July 2026

Bagikan

belajar public speaking untuk pemula

Daftar Isi

Daftar Isi

77% orang di dunia lebih takut public speaking daripada kematian.

Sehingga, belajar public speaking untuk pemula dapat menjadi tekanan yang cukup besar.

Tak terbatas pada pemula saja, banyak pembicara dengan jam terbang yang sudah tinggi sekalipun akan merasa tertekan / gugup ketika ada agenda presentasi penting.

Beberapa pendekatan praktik yang dapat menjadi fondasi dasar agar public speaking-mu semakin menarik:

Segitiga Retorika Aristoteles: Ethos, Pathos, Logos

Teori retorika Aristoteles merupakan konsep dasar dalam komunikasi persuasi. Dalam teori-nya, Aristoteles menjelaskan bahwa ada 3 unsur penting pendorong keberhasilan persuasi, di antaranya adalah sebagai berikut:

Ethos (Kredibilitas)

Menurut Aristoteles, Ethos berkaitan dengan kredibilitas yang ditentukan berdasarkan karakter, intelegensi, dan niat baik seorang pembicara.

Aristoteles menyatakan bahwa seorang pembicara dengan kredibilitas yang tinggi lebih mudah untuk melakukan persuasi dibandingkan pembicara yang kredibilitas-nya dipertanyakan.

Namun, kalau masih pemula, bagaimana cara membangun kredibilitas tersebut?

Ketika membangun kredibilitas, kamu tidak perlu mencantumkan gelar yang panjang.

Cerita relevan tentang pengalaman, riset, atau proses yang kamu lalui cukup menjadi bukti kamu layak berbicara soal topik tersebut.

Logos (Logika)

Selain kredibilitas, unsur penting penunjang keberhasilan persuasi adalah logos (logika). Hal ini berkaitan dengan data, angka, atau contoh konkret.

Klaim yang kamu berikan untuk membangun kredibilitas akan lebih relevan dan dipercaya apabila kamu mampu memaparkan bukti pendukung atas klaim tersebut.

Pathos (Emosi)

Salah satu unsur yang sering dilupakan pembicara adalah pathos (emosi).

Padahal, emosi memegang peranan penting untuk menghubungkan audiens dengan pembicara secara emosional, bukan cuman sekedar menerima informasi / data-data.

Kamu dapat menyelipkan cerita personal yang singkat, relevan dan menggugah emosi. Audiens yang sudah terhubung secara emosional dengan pembicara menjadi tanda bahwa kamu adalah pembicara yang memorable.

Baca juga: Mengapa Gen Z Takut Public Speaking?

Throughline dari Chris Anderson (Kurator TED)

Inti penting dari public speaking menurut Chris Anderson adalah benang merah yang menyatukan pesan.

Itulah yang disebut sebagai throughline. Benang merah ini tidak panjang, hanya 1 kalimat pendek, tidak lebih dari 15 kata, tapi cukup powerful untuk menangkap atensi audiens.

Ada satu contoh relevan yang paling sering digunakan Chris Anderson untuk menjelaskan konsep throughline ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

Bandingkan dua pembukaan ini:

Pembukaan yang lemah:
“Saya ingin berbagi pengalaman saya selama perjalanan ke Cape Town, lalu membuat beberapa observasi tentang hidup di jalan.”

Pembukaan yang kuat:
“Dari perjalanan saya ke Cape Town, saya belajar sesuatu yang baru soal orang asing, kapan kamu bisa memercayai mereka, dan kapan sama sekali tidak bisa.”

Mana yang lebih menarik? Tentu, pembukaan yang kedua.

Kalimat pembukaan yang kedua memiliki arah yang jelas dari awal. Sehingga, audiens dapat langsung mengetahui arah dan inti presentasi yang akan dibawakan.

Bagaimana Pemula dapat Mempraktikkan Konsep Throughline dari Chris Anderson?

Ada beberapa cara praktis untuk menerapkan prinsip ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Menulis dan menjawab pertanyaan “Setelah mendengar saya berbicara, saya ingin audiens paham / percaya bahwa…”. Jawaban atas pertanyaan inilah yang menjadi benang merah presentasimu.
  • Cek kembali keseluruhan materi, apakah data dan cerita yang disajikan sudah relevan dan menarik untuk audiens atau hanya menarik untuk diri sendiri?
  • Apabila ada materi yang penting, tapi kurang relevan, maka simpan untuk kesempatan lain, jangan dipaksakan masuk dalam satu agenda presentasi.

Prinsip Dale Carnegie: Bicara Dari Pengalaman, Bukan Hafalan

Dale Carnegie menjelaskan bahwa ketika kita berbicara, penting untuk berbicara berdasarkan sesuatu yang benar-benar diketahui dan alami sendiri, bukan berdasarkan materi yang dihafal dari naskah orang lain.

Alasannya sederhana karena saat kamu berbicara berdasarkan pemahaman asli, maka kamu tidak perlu menghafal persis kata per kata.

Sehingga, nantinya ketika ada bagian yang kamu lupa, maka presentasi tetap akan berjalan. Kamu cukup ingat struktur materimu saja, maka kata-kata akan keluar secara natural, seperti saat berbicara ke teman.

Bagaimana Pemula dapat Mempraktikkan Prinsip Dale Carnegie?

Beberapa tips-nya adalah sebagai berikut:

  • Pilih topik / materi presentasi yang paling dekat dengan pengalaman pribadimu.
  • Latihan dengan membuat poin-poin kunci terlebih dahulu, lalu mulai ceritakan ulang dengan kata-kata sendiri. Hindari menghafal script.
  • Apabila kamu terpaksa untuk memilih topik yang belum familiar, maka cari satu sudut pandang yang bisa dikaitkan dengan pengalamanmu sendiri agar tetap terasa autentik.

Kalau kamu mau latihan public speaking yang lebih terarah, maka kamu bisa ikuti kelas Kilau Speak Alvin Academy.

Bukan hanya pemaparan teori saja, tapi setiap pertemuannya kamu akan langsung praktik dan diberikan feedback personal langsung dari pengajar.

Dapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari Alvin Adam (Indonesia’s Talk Show Icon).

Cek jadwal selengkapnya di sini.

FAQ Seputar Belajar Public Speaking untuk Pemula

Kerangka mana yang paling cocok untuk pemula yang baru belajar?

Throughline dari Chris Anderson dapat menjadi titik awal. Kemudian, sempurnakan latihanmu dengan pendekatan-pendekatan lainnya.

Apakah harus belajar 3 kerangka langsung sekaligus?

Kamu bisa terapkan ketiga kerangka tersebut dalam satu presentasi karena ketiganya saling melengkapi.

Apakah public speaking itu bakat bawaan / bisa dipelajari mandiri?

Public speaking itu skill dan skill itu bisa dilatih. Kamu bisa belajar secara mandiri melalui pendekatan di atas atau mengikuti kelas public speaking.

kilau speak, Public Speaking