Belajar Public Speaking Sendiri vs Kelas, Mana Lebih Efektif?

Tayang: 12 July 2026

Bagikan

belajar public speaking sendiri

Daftar Isi

Daftar Isi

Membahas tentang cara belajar public speaking memang akan selalu terhenti pada dua kubu: cukup latihan sendiri vs harus ikut kelas.

Sebenarnya, kedua-nya sama-sama efektif dan bisa dilakukan bersamaan ketika belajar public speaking untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Fenomena “OK Plateau” dari Anders Ericsson

Ada satu fenomena yang jarang dibahas ketika seseorang memilih untuk mempelajari satu skill secara mandiri, yakni OK Plateau”. Artinya, semakin sering kamu latihan, belum level kemampuanmu akan meningkat.

Anders Ericsson, seorang psikolog yang meneliti tentang bagaimana seseorang ahli di satu bidang, menjelaskan fenomena ini sebaga sebuah fase dimana otak sudah mencapai rasa puas dan tak lagi tertantang. Akibatnya, peningkatan kemampuan berhenti.

Fase ini bisa terjadi karena seseorang berhenti memberikan perhatian secara aktif dan merasa puas dengan tingkat kemampuan yang sudah dimiliki. Sehingga, mereka memilih untuk bertahan di level “baik” tanpa berusaha untuk meningkatkannya lagi.

Tantangan Belajar Public Speaking Sendiri

Belajar mandiri memberi kebebasan penuh. Kamu bisa mengatur waktu, memilih topik spesifik, dan berlatih sesuai kenyamanan.

Banyak profesional memulai dengan menonton video, meniru struktur presentasi favorit, lalu mencoba mempraktikkannya di momen kecil.

Strategi ini cocok jika kamu sudah punya disiplin diri dan tahu jelas apa yang ingin ditingkatkan, seperti intonasi, storytelling, atau penguasaan bahasa tubuh.

Namun, kebebasan itu pasti datang dengan berbagai tantangan besar, di antaranya:

Adanya Blind Spot Area

Tantangan terbesar saat belajar sendiri adalah blind spot area, yakni area dimana seseorang tidak mampu menilai kemampuan diri-nya sendiri secara objektif.

Saat melihat orang lain berbicara, kita dapat dengan mudah menemukan kekurangan mereka. Namun, ketika melihat diri sendiri, penilaian kita cenderung dipengaruhi rasa puas dan persepsi pribadi

Akibatnya, kamu mungkin akan merasa “sudah cukup bagus” setelah latihan. Padahal, masih banyak aspek yang perlu kamu perbaiki.

Tidak Ada Feedback yang Objektif (Feedback Loop)

Public speaking merupakan keterampilan yang berkembang melalui latihan berulang dan evaluasi. Tanpa umpan balik yang jujur, kamu akan sulit mengetahui apakah cara bicaramu sudah benar / belum.

Oleh karena itu, kamu berpotensi untuk mengulang pola yang sama tanpa pernah memperbaikinya.

Sulit Menjaga Konsistensi

Selain dua tantangan sebelumnya, konsistensi pun kerap menjadi masalah ketika belajar sendiri.

Sebab, tidak ada jadwal yang mengikat atau target latihan yang jelas. Apalagi di tengah kesibukan kuliah / kerja, latihan public speaking pun kerap menjadi aktivitas yang paling mudah ditunda.

Padahal, kemampuan berbicara dapat berkembang melalui latihan rutin. Semakin sedikit sesi latihan, maka semakin lambat juga perkembangannya.

Kelebihan Belajar Public Speaking di Kelas

Di sisi lain, mengikuti kelas public speaking akan membantu-mu menutup celah terbesar dalam belajar public speaking mandiri, seperti blind spot, konsistensi, atau feedback loop.

Beberapa kelebihan belajar di kelas yang tidak akan didapatkan ketika belajar sendiri adalah sebagai berikut:

Koreksi dari Sudut Pandang Profesional

Dalam kelas, instruktur profesional dapat melihat detail kecil yang sering kamu lewatkan, mulai dari pemilihan diksi, artikulasi, tempo, hingga bahasa tubuh.

Adanya feedback dari sudut pandang profesional membuat sesi evaluasi menjadi lebih objektif daripada menilai dengan standar sendiri.

Kamu juga akan diberikan solusi spesifik, sehingga tahu bagian yang perlu diperbaiki dan bagaiamana caranya.

Melatih Rasa Gugup

Salah satu penyebab rasa gugup adalah kurangnya pengalaman berbicara di depan orang lain.

Di dalam kelas, setiap peserta akan “dipaksa” untuk berbicara di depan peserta lain dan instruktur.

Secara tidak langsung, kamu akan terpaksa berbicara dan akhirnya belajar bagaimana cara mengelola dan mengubah gugup menjadi energi positif. Tentu, pengalaman ini akan sulit diperoleh ketika belatih sendirian.

Belajar dengan Kurikulum yang Terstruktur

Banyak orang belajar public speaking secara acak. Misalnya, hari ini belajar storytelling, besok body language, minggu depan belajar vocal.

Namun, di kelas, materi biasanya akan disusun secara sistematis, mulai dari dasar seperti pengelolaan vokal, visual, body language, hingga praktik presentasi sebagai bentuk implementasi akhir.

Dengan kurikulum yang terarah, proses belajar menjadi lebih efisien karena saling berkaitan dan kemampuan akan berkembang secara betahap.

Baca Juga: 3 Kerangka Praktik Belajar Public Speaking untuk Pemula

Jadi, Lebih Baik Belajar Sendiri atau Ikut Kelas?

Jawaban adalah tergantung tujuan, tenggat, dan preferensi belajarmu.

Beberapa pertimbangan yang dapat menjadi kunci dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan progres: Kelas cenderung mempercepat kemajuan karena adanya latihan terstruktur, feedback langsung, dan akuntabilitas. Belajar mandiri bisa sama efektifnya bila kamu disiplin dan konsisten mengukur kemajuan.
  • Kualitas umpan balik: Tim profesional berpengalaman melihat detail yang sulit kamu nilai sendiri, seperti ritme suara, alur logika, hingga gestur yang tidak mendukung pesan.
  • Relevansi materi: Belajar sendiri memungkinkanmu memilih hal yang paling relevan. Kelas yang baik juga menyesuaikan studi kasus dengan industri, misalnya presentasi marketing, training internal, atau laporan kinerja ke direksi.
  • Biaya dan ROI: Belajar mandiri minim biaya, tetapi bisa memakan waktu lebih lama. Kelas berbayar memerlukan investasi, namun ROI sering terasa saat performa presentasi meningkat dan peluang karier terbuka lebih cepat.
  • Komunitas dan jaringan: Kelas menghadirkan forum aman untuk berlatih dan bertukar umpan balik. Ini membantu mengatasi rasa takut panggung karena kamu berlatih di lingkungan yang suportif.

Banyak profesional memilih kombinasi: belajar mandiri untuk membangun kebiasaan, lalu mengambil kelas singkat demi koreksi cepat dan penajaman teknik.

Misalnya, rutin berlatih 10 menit setiap hari dengan merekam suara dan video, lalu mengikuti kelas intensif selama 2–4 sesi untuk menguatkan struktur, memperkaya storytelling, dan menyempurnakan delivery.

Kalau kamu mau latihan public speaking yang lebih terarah, maka kamu bisa ikuti kelas Kilau Speak Alvin Adam Academy.

Bukan hanya pemaparan teori saja, tapi setiap pertemuannya kamu akan langsung praktik dan diberikan feedback personal langsung dari pengajar.

Dapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari Alvin Adam (Indonesia’s Talk Show Icon).

Cek jadwal selengkapnya di sini.

FAQ Seputar Belajar Public Speaking Sendiri vs Di Kelas

Apakah latihan public speaking sendirian itu sia-sia?

Tidak ada latihan yang sia-sia. Di tahap awal, latihan penting untuk menemukan suara dan gaya berbicara sendiri. Namun, apabila dilakukan jangka panjang tanpa ada feedback profesional, maka manfaat-nya akan menurun.

Berapa lama sebaiknya latihan sendiri sebelum ikut kelas?

Tidak ada jawaban waktu yang pasti. Namun, saat kamu merasa ingin level up, maka itu saat yang tepat untuk mengambil sesi kelas intensif.

Apakah orang introvert lebih cocok belajar sendiri daripada ikut kelas?

Belum tentu. Sebab, baik introvert maupun ektrovert, keduanya tetap akan merasakan feedback loop, menemukan blind spot area dan kesulitan dengan konsistensi.

kilau speak, Public Speaking